JAKARTA, JEJAKPOS.ORG – Massa pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggelar aksi unjuk rasa damai sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program pemerintah tersebut. Dalam aksi itu, para peserta menyampaikan bahwa MBG dinilai tidak hanya bertujuan meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas.
Salah satu orator menyampaikan bahwa sejak program MBG dijalankan, berbagai sektor usaha mulai bergerak. Menurutnya, pembangunan dapur MBG telah membuka lapangan pekerjaan bagi pekerja bangunan, tukang, hingga jasa angkutan material.
Ia menjelaskan, setelah dapur MBG mulai beroperasi, kebutuhan bahan pangan meningkat secara signifikan. Satu dapur yang melayani sekitar 3.000 penerima manfaat setiap hari membutuhkan ratusan kilogram beras, sayuran, buah-buahan, dan daging ayam. Apabila dalam satu kecamatan terdapat sekitar 10 dapur MBG, maka permintaan terhadap hasil pertanian dan peternakan dapat mencapai puluhan ton setiap bulan.
Menurut massa aksi, kondisi tersebut menciptakan perputaran ekonomi yang dirasakan langsung oleh petani, peternak, pelaku UMKM, hingga para pekerja di berbagai sektor. Mereka menilai anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk Program MBG akan kembali ke masyarakat melalui peningkatan aktivitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Melalui aksi damai tersebut, massa berharap Program Makan Bergizi Gratis tetap dilanjutkan karena dinilai memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat daerah.










