Mandiri Demi Pendidikan: Kisah Warga Batu Nyangka Lampung Patungan Bangun Sekolah dan Gaji Guru

banner 468x60

TANGGAMUS, JEJAKPOS.ORG — Keterbatasan tidak menyurutkan tekad warga Desa Pedukuhan Batu Nyangka, Pekon Tanjung Raja, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, Lampung, untuk memberikan hak pendidikan yang layak bagi anak-anak mereka. Di tengah minimnya fasilitas pemerintah, warga yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani ini rela patungan demi mendirikan sekolah secara mandiri.

Selama ini, anak-anak di pedukuhan tersebut harus menghadapi perjuangan berat untuk bisa bersekolah karena kondisi bangunan kelas yang jauh dari kata layak dibandingkan bangunan sekolah pada umumnya.

Dari Beli Lahan hingga Ganti Atap Seng

Perjuangan ini dimulai ketika warga desa bersepakat mengumpulkan uang secara sukarela dari penghasilan bertani mereka. Uang hasil patungan tersebut kemudian digunakan untuk membeli sebidang lahan kecil yang menjadi cikal bakal berdirinya sekolah darurat di kampung mereka.

Seiring berjalannya waktu, warga terus berupaya memperbaiki fasilitas belajar anak-anak mereka. Salah satunya dengan mengganti atap sekolah menggunakan seng. Langkah ini terpaksa diambil karena saat siang hari, para murid kerap kepanasan di dalam kelas akibat bangunan yang belum memiliki plafon ataupun asbes.

Iuran Rp100 Ribu per Bulan untuk Gaji Guru

Tidak hanya membangun fisik sekolah secara swadaya, warga Pedukuhan Batu Nyangka juga harus memutar otak untuk menghadirkan tenaga pengajar. Pada awal sekolah ini berdiri, guru harus didatangkan dari luar wilayah.

Untuk menghargai dedikasi sang guru, para wali murid dan masyarakat sekitar kembali bergotong royong mengumpulkan iuran bulanan.

  • Sistem Iuran: Warga patungan sebesar Rp100.000 per bulan.

  • Peruntukan: Seluruh hasil iuran dialokasikan khusus untuk membayar gaji guru yang mengajar anak-anak mereka.

Harapan Besar untuk Masa Depan Anak

Perjuangan panjang dan melelahkan ini dilakukan demi satu tujuan: memastikan anak-anak di Batu Nyangka tidak putus sekolah dan memiliki masa depan yang lebih cerah.

Kini, warga sangat berharap perjuangan mandiri yang mereka rintis ini mendapatkan perhatian dan dukungan nyata dari pihak-pihak terkait, khususnya pemerintah daerah, agar anak-anak di wilayah pelosok Tanggamus ini mendapatkan kesempatan belajar di fasilitas yang jauh lebih layak dan representatif.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *