JAKARTA, JEJAKPOS.ORG – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkap alasan mendasar di balik langkah Presiden Prabowo Subianto yang menghadiri agenda Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2026 hingga dua kali. Acara strategis tersebut diketahui diikuti oleh sekitar 2.600 rektor, dekan, dosen, dan guru besar dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Menurut penjelasan Prasetyo, kehadiran ganda orang nomor satu di Indonesia tersebut bukan tanpa alasan. Presiden Prabowo memandang para akademisi dan kaum intelektual sebagai sumber daya terbaik sekaligus aset paling berharga yang dimiliki oleh bangsa ini.
Melalui forum KSTI 2026, Presiden ingin mengirimkan pesan kuat mengenai komitmen pemerintah untuk merangkul seluruh sivitas akademika agar mau berkolaborasi aktif menyumbangkan gagasan, inovasi, serta solusi konkret dalam menghadapi berbagai persoalan nasional yang kompleks.
Hadir dari Pembukaan hingga Penutupan
Komitmen tersebut dibuktikan dengan kehadiran fisik Presiden yang mengawal jalannya konvensi dari awal hingga akhir. Selain membuka secara resmi jalannya acara, Presiden Prabowo juga kembali hadir pada sesi penutupan KSTI 2026.
Kehadiran di sesi akhir tersebut dilakukan untuk memenuhi undangan khusus dari pihak panitia. Dalam kesempatan penutupan itu, Presiden menyampaikan arahan strategis serta pandangan visionernya secara langsung di hadapan ribuan pendidik dan peneliti yang hadir.
Langkah akomodatif dari Presiden Prabowo ini diharapkan mampu mempererat sinergi antara pihak eksekutif (pemerintah) dan dunia akademisi (triple helix) demi mempercepat pembangunan nasional berbasis sains dan teknologi di masa mendatang.










