JAKARTA, JEJAKPOS.ORG — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) resmi mengumumkan pembukaan kembali pendaftaran Program Magang Nasional 2026 yang akan dimulai pada 15 Juli 2026. Program yang dirancang khusus bagi para lulusan baru (fresh graduate) jenjang Diploma dan Sarjana (S1) ini hadir dengan skala yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya.
Pada angkatan kedua ini, pemerintah memperluas jangkauan program dengan menyediakan kuota hingga 150 ribu peserta, melonjak signifikan dari pelaksanaan sebelumnya yang hanya berkapasitas 100 ribu peserta.
Pemerintah Siapkan Anggaran Fantastis
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengungkapkan bahwa perluasan kuota ini didukung oleh komitmen finansial yang kuat dari pemerintah guna menekan angka pengangguran terdidik.
“Pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp4,2 triliun untuk penyelenggaraan Program Magang Nasional angkatan II ini,” ujar Menaker Yassierli dalam keterangan resminya.
Untuk menjaga efektivitas proses seleksi dan distribusi, pendaftaran akan dibagi ke dalam tiga gelombang pendaftaran, di mana masing-masing gelombang akan menyerap 50 ribu peserta.
Sementara itu, bagi dunia industri yang ingin berpartisipasi, korporasi dan perusahaan mitra sudah mulai bisa mengunggah spesifikasi serta kebutuhan tenaga magang mereka melalui platform Magang Hub sejak 29 Juni 2026.
Skema Program dan Kompensasi Bulanan
Para peserta yang dinyatakan lolos seleksi akan menjalani program magang intensif selama enam bulan langsung di perusahaan mitra pilihan. Selama periode tersebut, peserta tidak hanya bekerja, tetapi juga mendapatkan pendampingan melekat dari mentor profesional di bidangnya.
Selain mendapatkan jam terbang dan pengalaman kerja yang riil, para peserta juga akan mendapatkan kompensasi berupa uang saku bulanan yang regulasinya disesuaikan dengan standar upah regional tempat perusahaan beroperasi.
Rincian Benefit Peserta Magang:
-
Durasi Kontrak: 6 Bulan intensif.
-
Fasilitas: Pendampingan mentor profesional (1-on-1).
-
Apresiasi/Penghasilan: Berada di kisaran Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan (menyesuaikan UMR daerah penempatan).
Solusi Jembatan Kerja Lulusan Perguruan Tinggi
Langkah agresif Kemenaker ini mendapat dukungan penuh dari pihak istana. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menegaskan bahwa Program Magang Nasional merupakan salah satu instrumen strategis pemerintah dalam mengatasi tantangan penyerapan tenaga kerja di Indonesia.
“Program Magang Nasional menjadi salah satu upaya konkret pemerintah untuk memperluas kesempatan kerja bagi lulusan perguruan tinggi, sekaligus meningkatkan kesiapan serta daya saing mereka sebelum benar-benar memasuki dunia kerja yang kompetitif,” tegas Teddy Indra Wijaya.
Melalui program sinergis ini, pemerintah berharap kesenjangan keterampilan (skill gap) antara dunia pendidikan tinggi dan kebutuhan riil industri dapat dipangkas secara signifikan.










