KNPI Kota Bogor Bentuk Santana, Edukasi Warga Cegah Buang Sampah ke Sungai

BOGOR, JEJAKPOS.ORG — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bogor resmi meluncurkan Satuan Tugas Tanggap Bencana dan Peduli Lingkungan (Santana) di Kampung Bebek, Kelurahan Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara, Minggu (2/8/2026). Inisiatif ini digulirkan sebagai respons nyata atas maraknya aksi pembuangan sampah ke aliran sungai yang kian mengancam ekosistem dan memicu risiko bencana lingkungan.

Peluncuran Santana dilakukan bertepatan dengan puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 KNPI di Kota Bogor. Ketua Panitia Harlah KNPI Kota Bogor, Sion Toni Samosir, menegaskan bahwa aksi bersih-bersih sungai menjadi fokus utama kegiatan puncak tahun ini.

Aksi lingkungan tersebut melibatkan kolaborasi lintas sektor yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, serta jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), hingga perwakilan pemerintah dari enam kecamatan se-Kota Bogor.

“Puncak harlah KNPI Kota Bogor hari ini difokuskan pada giat bersih-bersih sungai bersama Wali Kota Bogor beserta jajaran DLH, Dispora, BPBD, PUPR, dan perwakilan dari enam kecamatan,” ujar Sion di sela-sela kegiatan.

Kesadaran Warga Masih Rendah

Saat meninjau langsung kondisi bantaran sungai di lokasi kegiatan, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyayangkan masih rendahnya kepedulian warga dalam mengelola limbah rumah tangga. Tumpukan sampah plastik hingga limbah domestik tidak hanya mencemari ekosistem air, tetapi juga merusak fungsi sungai sebagai sumber kehidupan lintas wilayah dari hulu hingga hilir.

“Sedih ya, masyarakat masih belum punya kesadaran. Kantong-kantong plastik itu isinya popok sekali pakai (pampers), plastik bekas mi instan, kopi saset, hingga kain dan baju bekas. Semuanya dibuang ke sungai,” tutur Dedie.

Ia menegaskan pentingnya peran generasi muda untuk mengambil inisiatif perubahan tanpa harus menunggu pihak lain. “Hari ini kita tidak bisa menunggu dan tidak bisa menyalahkan orang lain. Semua harus bergerak untuk merebut masa depan. KNPI adalah garda terdepan calon-calon pemimpin bangsa yang harus dikuatkan,” tegasnya.

Mitigasi Berbasis Kepemudaan

Menjawab tantangan tersebut, Ketua DPD KNPI Kota Bogor, Rivaldo Surya Darmawan, menjelaskan bahwa Santana dibentuk tidak hanya untuk bergerak saat tanggap darurat (emergency response), tetapi juga menjalankan fungsi mitigasi dan edukasi lingkungan secara berkelanjutan.

Rivaldo menargetkan personel Santana akan disebar secara bertahap ke seluruh kecamatan di Kota Bogor untuk membangun kesadaran kolektif warga.

Secara garis besar, Satgas Santana berfokus pada tiga pilar utama aksi nyata:

  • Edukasi & Mitigasi: Gencar melakukan sosialisasi larangan membuang sampah sembarangan ke sungai di enam kecamatan.

  • Aksi Lingkungan: Melakukan pembersihan dan pemilahan sampah rumah tangga serta penanaman pohon di area rawan bencana.

  • Tanggap Bencana: Siap menjadi tim penyokong (support system) bagi BPBD dan Pemerintah Kota Bogor saat terjadi bencana alam.

“Untuk Santana, kami siap bukan hanya persoalan bencana saja, tetapi mitigasi dan mengedukasi masyarakat, terutama untuk tidak buang sampah sembarangan. Tim ini ditargetkan turun ke enam kecamatan,” pungkas Rivaldo.

Related posts