JAKARTA, JEJAKPOS.ORG — Penegakan hukum di Indonesia kembali menjadi sorotan tajam publik, khususnya dalam penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan perangkat Chromebook yang menyeret sejumlah pihak di lingkungan pemerintahan.
Di tengah bergulirnya vonis terhadap mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), perhatian masyarakat kini justru tertuju pada satu nama yang dinilai krusial namun hingga kini belum tersentuh hukum, yakni Jurist Tan. Kelanjutan pengusutan terhadap figur ini menjadi dinantikan guna memastikan penuntasan kasus secara menyeluruh.
Merespons perkembangan tersebut, pengamat kebijakan publik dari Universitas Syekh Yusuf, Adib Miftahul, angkat bicara. Menurutnya, situasi ini merupakan ujian krusial bagi integritas lembaga hukum di tanah air.
“Situasi ini menjadi cermin penting dalam menguji konsistensi dan keberanian aparat penegak hukum,” ujar Adib. Ia menekankan bahwa publik kini mengawasi apakah proses hukum akan berjalan tajam ke atas dan tanpa tebang pilih, atau justru berhenti pada level tertentu saja.
Kasus pengadaan Chromebook ini menambah daftar panjang tantangan keterbukaan dan akuntabilitas dalam proyek digitalisasi pendidikan nasional. Masyarakat kini menanti langkah konkret dari aparat penegak hukum untuk mengklarifikasi status hukum pihak-masing yang terlibat demi tegaknya keadilan.
