Buntut Tewasnya 5 Peserta, Kemhan Evaluasi Total Latihan Bela Negara Calon Manajer Koperasi Desa

JAKARTA, JEJAKPOS.ORG – Pihak penyelenggara latihan dasar bela negara dan manajerial untuk Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) resmi melakukan perombakan serta evaluasi menyeluruh. Langkah tegas ini diambil sebagai imbas langsung dari tragedi wafatnya 5 orang peserta selama proses pendidikan berlangsung.

Para peserta yang gugur tersebut merupakan para calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tengah menjalani pembekalan intensif.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pertahanan Kementerian Pertahanan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, membeberkan bahwa pembenahan total ini dilakukan atas arahan langsung dari Menteri Pertahanan. Fokus utama perbaikan akan diarahkan pada sistem proteksi dan keselamatan peserta selama masa pendidikan.

Fokus Pembenahan: Dari Medis hingga Intensitas Lapangan

Menurut penjelasan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, reformasi dalam tubuh penyelenggaraan diklat ini akan mencakup beberapa poin krusial, di antaranya:

  • Penguatan Pengawasan Medis: Mengetatkan pengawasan kesehatan secara berkala selama latihan berlangsung.

  • Profiling Kesehatan: Melakukan skrining dan pemetaan riwayat kesehatan peserta secara lebih mendalam sebelum diterjunkan ke lapangan.

  • Deteksi Dini Risiko: Membangun mekanisme mitigasi yang lebih cepat untuk mendeteksi faktor risiko fatalitas.

  • Penyesuaian Intensitas: Mengatur ulang beban dan volume kegiatan fisik di lapangan agar tetap aman bagi peserta sipil.

Kurikulum Baru Ditargetkan Lebih Adaptif dan Menggembirakan

Selain memperketat aspek medis dan fisik, pihak Kemhan juga melakukan perombakan pada sisi psikologis dan metode pengajaran. Kurikulum pelatihan ke depan akan didesain ulang agar berjalan lebih adaptif, edukatif, dan humanis.

“Pendekatan baru ini akan lebih memperhatikan kondisi psikologis peserta melalui metode yang membangun semangat kerja sama, serta menciptakan suasana pelatihan yang lebih menggembirakan,” ujar Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia.

Langkah evaluasi besar-besaran ini diharapkan dapat menjadi momentum perubahan total dalam sistem pendidikan bela negara bagi warga sipil, sekaligus memastikan tragedi serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Related posts