JAKARTA, JEJAKPOS.ORG – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah akan mempercepat langkah perampingan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di tanah air. Skala efisiensi besar-besaran ini ditargetkan mampu mengerucutkan jumlah perusahaan pelat merah hingga menyisakan sekitar 250 perusahaan saja.
Pernyataan strategis tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Negara saat menutup agenda Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) pada Minggu (28/6).
Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo sempat melakukan konfirmasi langsung di tempat kepada Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Dony Oskaria, mengenai target akhir rasionalisasi jumlah perusahaan negara.
“Dari seribu lebih BUMN, sekarang kita sudah tutup lebih dari 200. Nantinya kita akan bikin tinggal sekitar 300,” ujar Presiden Prabowo, sebagaimana dikutip dari siaran pers Danantara, Senin (29/6).
Dialog Langsung dengan Kepala BP BUMN
Di tengah pemaparannya, Presiden Prabowo langsung melemparkan pertanyaan kepada Dony Oskaria yang turut hadir di lokasi acara untuk memastikan batas akhir perampingan tersebut.
“Bagaimana Pak Dony Oskaria? Ujungnya kita bisa berapa BUMN?” tanya Presiden.
Merespons pertanyaan Kepala Negara, Dony Oskaria menjawab singkat bahwa target akhir dari restrukturisasi dan konsolidasi total ini berada di kisaran 250 perusahaan BUMN.
Pangkas Biaya Operasional Tinggi demi Efisiensi
Target angka dari Kepala BP BUMN tersebut langsung mendapatkan lampu hijau dan respons positif dari Presiden. Prabowo menilai langkah perampingan yang agresif ini sangat krusial agar BUMN tidak lagi terbebani oleh tingginya biaya operasional (overhead cost) akibat struktur yang terlalu gemuk.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa proses rasionalisasi ini harus segera diselesaikan dalam waktu dekat. Dengan postur yang lebih ramping, perusahaan-perusahaan negara diharapkan dapat bergerak jauh lebih efisien, sehat secara finansial, serta mampu memberikan kontribusi dan manfaat nyata yang jauh lebih besar bagi masyarakat luas.
