Dituduh Jual Limbah Pelat, Tiga Pemuda Dijebloskan ke Ruang Penyekapan dan Kaki Dirantai, Diperas Rp50 Juta

banner 468x60

BOGOR, JEJAKPOS.ORG — Pengakuan mengejutkan datang dari tiga pemuda yang menjadi korban penyekapan brutal oleh sebuah pihak perusahaan. Meski para korban telah berupaya menunjukkan iktikad baik dengan mengembalikan uang hasil penjualan barang yang dituduhkan, mereka tetap diperlakukan secara tidak manusiawi dengan kaki dirantai di dalam ruang isolasi.

Berdasarkan pengakuan korban, insiden ini bermula dari persoalan limbah pelat milik perusahaan yang sempat dijual oleh mereka seharga Rp700 ribu. Sadar akan kekeliruannya, para korban sebenarnya telah mengembalikan sebagian uang dari hasil penjualan tersebut kepada manajemen perusahaan. Namun, iktikad baik itu justru dibalas dengan aksi main hakim sendiri yang sangat keji.

Disekap, Disiksa, dan Diperas Puluhan Juta

Pihak pelaku tidak hanya merantai kaki ketiga pemuda tersebut untuk mencegah mereka melarikan diri, tetapi juga melakukan serangkaian tindakan kekerasan fisik secara berulang selama masa penyekapan.

Tidak berhenti di situ, komplotan pelaku memanfaatkan situasi ini untuk memeras keluarga korban. Mereka mengancam tidak akan melepaskan para pemuda tersebut kecuali pihak keluarga mengirimkan tebusan uang dalam jumlah besar.

“Salah satu keluarga korban bahkan sudah menuruti kemauan pelaku dengan mentransfer uang sebesar Rp50 juta. Tapi nyatanya, setelah uang diterima, para korban tetap ditahan dan tidak kunjung dibebaskan,” ungkap perwakilan keluarga korban saat memberikan keterangan.

Kondisi Korban: Satu Kritis dan Jalani Perawatan Intensif

Aksi penyekapan dan penganiayaan berat yang berlangsung berhari-hari ini meninggalkan dampak fisik dan psikologis yang sangat mendalam bagi ketiga korban.

Kondisi Terkini Tiga Korban Penyekapan:

  • Tegar & Aditya: Mengalami luka fisik di sekujur tubuh akibat hantaman benda tumpul serta mengalami trauma psikologis yang mendalam.

  • Rafli: Harus dilarikan ke rumah sakit dan menjalani perawatan medis secara intensif di ruang komparasi akibat kondisi kesehatannya yang drop total selama masa penyekapan.

Kasus dugaan penyekapan, penganiayaan, dan pemerasan berencana ini kini sedang diusut mendalam oleh aparat kepolisian setempat guna menyeret para pelaku dan aktor intelektual di balik perusahaan tersebut ke meja hijau.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *