Dua Peserta SPPI Meninggal Saat Latsarmil, Kemenhan Pastikan Evaluasi Menyeluruh

JAKARTA, JEJAKPOS.ORG — Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memberikan konfirmasi resmi mengenai kabar duka dari pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) untuk program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Dua orang peserta yang tengah dipersiapkan menjadi calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dilaporkan meninggal dunia saat menjalani masa pendidikan.

Kedua peserta yang gugur dalam masa pelatihan tersebut diidentifikasi bernama Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq.

Kronologi dan Penyebab Medis Kematian Peserta

Berdasarkan keterangan resmi yang dirilis oleh pihak Kemenhan, kedua peserta meninggal dunia karena kondisi medis yang berbeda setelah sempat mendapatkan upaya penyelamatan dari tim dokter.

  • Anisa Muyassaroh: Dinyatakan meninggal dunia akibat terserang heat stroke (sengatan panas ekstrem). Korban sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan dan mendapatkan penanganan medis intensif sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.

  • Yonanda Muhammad Taufiq: Dinyatakan meninggal dunia akibat mengalami henti jantung (cardiac arrest). Kondisi fisik Yonanda dilaporkan mengalami penurunan drastis di tengah latihan, sehingga tim instruktur langsung merujuknya ke rumah sakit terdekat sebelum korban dinyatakan wafat.

Kemenhan Sebut Peserta Lolos Skrining Kesehatan awal

Menanggapi insiden fatal ini, pihak Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa seluruh prosedur penerimaan dan penyaringan peserta telah dilakukan sesuai dengan standar operasi yang ketat.

Kemenhan memastikan bahwa sebelum diterjunkan ke lapangan latsarmil, seluruh peserta—termasuk kedua korban—telah melewati tahapan pemeriksaan kesehatan (medical check-up) yang komprehensif dan dinyatakan layak secara fisik maupun mental untuk mengikuti jalannya pendidikan kemiliteran.

Meski seluruh prosedur awal telah dipenuhi, pemerintah menyatakan duka mendalam dan berkomitmen penuh untuk melakukan pembenahan internal. Kemenhan memastikan akan segera menggelar evaluasi total dan menyeluruh terhadap kurikulum serta pelaksanaan teknis latsarmil ke depan, demi memastikan aspek keselamatan dan mitigasi risiko kesehatan bagi para peserta semakin terjamin.

Related posts