Krisis Listrik Jawa, Dahlan Iskan Soroti Pengusaha Batu Bara yang Pilih Ekspor Demi Dolar

JAKARTA, JEJAKPOS.ORG — Penyebab pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa dalam beberapa hari terakhir terus memicu perhatian publik dan memunculkan berbagai spekulasi. Mantan Menteri BUMN sekaligus mantan Direktur Utama PT PLN (Persero), Dahlan Iskan, turut memberikan pandangan kritisnya terkait akar permasalahan yang sedang dihadapi sektor energi nasional tersebut.

Menurut analisis Dahlan, salah satu faktor krusial yang diduga kuat mengganggu stabilitas pasokan listrik domestik berkaitan erat dengan tata niaga komoditas batu bara sebagai bahan baku utama Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Tergiur Dolar Tinggi, Pasokan Dalam Negeri Tersendat

Dahlan mengungkapkan adanya kecenderungan dari sebagian pengusaha atau produsen batu bara yang lebih memilih mengalokasikan hasil produksinya ke pasar internasional (ekspor). Fluktuasi global yang mendongkrak nilai tukar dolar Amerika Serikat menjadi daya tarik utama bagi para eksportir.

“Tingginya nilai tukar dolar membuat penjualan ke luar negeri dinilai jauh lebih menguntungkan secara bisnis dibanding harus memasok kebutuhan energi dalam negeri,” ujar Dahlan Iskan.

Kondisi ini diduga memicu penurunan volume pasokan batu bara untuk kebutuhan domestik (Domestic Market Obligation/DMO), yang pada akhirnya berdampak langsung pada penurunan daya dukung pembangkit listrik milik PLN di Pulau Jawa.

Isu Arus Kas: Pengusaha Keluhkan Pembayaran Mandek

Selain faktor daya tarik mata uang asing, Dahlan Iskan juga membeberkan persoalan lain di sisi hulu. Berdasarkan informasi dan keluhan yang ia terima dari sejumlah pelaku usaha tambang, terdapat kendala administratif dan finansial terkait kelancaran pembayaran dari pihak pembeli domestik.

Ada dua poin utama yang disoroti Dahlan mengenai keengganan pemasok lokal:

  • Faktor Finansial: Proses pembayaran dari pihak domestik dinilai tidak lancar atau sering mengalami keterlambatan.

  • Dampak Operasional: Tersendatnya arus kas ini membuat sebagian pengusaha batu bara enggan dan menahan komitmen mereka untuk menjual hasil tambangnya kepada PLN.

Spekulasi dan analisis yang disampaikan oleh tokoh senior di bidang energi ini diharapkan menjadi alarm bagi pemerintah dan manajemen PLN untuk segera meluruskan benang kusut tata kelola rantai pasok energi primer nasional, demi menyudahi pemadaman bergilir yang merugikan aktivitas perekonomian masyarakat.

Related posts