SINGAPURA, JEJAKPOS.ORG — Harga minyak mentah dunia melonjak tajam ke level tertinggi sejak April pada perdagangan Senin (13/7/2026). Lonjakan signifikan ini dipicu oleh kebijakan keras Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengumumkan rencana untuk memberlakukan kembali blokade terhadap kapal-kapal Iran yang melintasi Selat Hormuz.
Selain blokade, ketegangan kian meningkat setelah AS menuntut pembayaran atas seluruh kargo lain yang bergerak melalui jalur pelayaran internasional yang sangat vital tersebut.
WTI dan Brent Kompak Melesat Dekati 10 Persen
Melansir data dari Bloomberg, kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global langsung meroketkan harga kontrak minyak mentah di dua bursa utama dunia:
-
Minyak West Texas Intermediate (WTI): Untuk pengiriman Agustus, harga WTI melesat tajam 9,4 persen hingga menyentuh angka USD 78,14 per barel.
-
Minyak Brent: Untuk penyelesaian September, patokan global Brent melonjak 9,6 persen ke posisi USD 83,30 per barel.
Jalur Logistik Global yang Rawan
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pipa laut (chokepoint) minyak paling penting di dunia. Langkah sepihak dari Washington ini dinilai para analis berisiko memicu konflik geopolitik baru di Timur Tengah sekaligus mengganggu distribusi logistik energi global secara masif, yang langsung direspons dengan kepanikan aksi beli di pasar komoditas.
