JAKARTA, JEJAKPOS.ORG — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan bahwa laju inflasi nasional per Juni 2026 masih terjaga dengan baik dan berada di bawah target yang ditetapkan pemerintah. Inflasi tercatat terkendali di angka 3,34 persen, lebih rendah dari batas target pemerintah sebesar 3,5 persen.
Kendati demikian, Tito memaparkan adanya tren kenaikan inflasi secara bulanan atau month-to-month (mtm) yang memerlukan langkah antisipasi cepat.
Komoditas Penyumbang Inflasi dan Wilayah Pantauan
Menurut pemaparan Mendagri, gejolak harga pangan masih menjadi motor penggerak utama inflasi bulanan kali ini. Sejumlah komoditas bahan pokok terpantau mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.
-
Penyumbang Utama Inflasi: Bawang putih, beras, dan minyak goreng.
-
Wilayah Fokus Pemantauan: Wilayah Papua dan Aceh menjadi perhatian khusus pemerintah pusat untuk segera dilakukan intervensi guna menekan laju inflasi daerah yang masih tinggi.
Di sisi lain, pemerintah juga mulai berhasil meredam andil inflasi dari sektor non-pangan, khususnya melalui kebijakan penekanan tarif transportasi udara dan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Strategi Pasokan dan Solusi Kendala Distribusi Akibat Cuaca
Guna menjaga stabilitas harga ke depan, Tito menegaskan pemerintah akan segera menambah suplai pasokan barang-barang yang menjadi penyumbang inflasi terbesar di pasar. Namun, ia mengakui adanya kendala teknis dalam proses distribusi logistik akibat faktor cuaca ekstrem.
“Ada kendala di distribusi yang sempat terganggu karena gelombang laut yang tinggi,” jelas Tito Karnavian.
Sebagai langkah antisipasi dan solusi jangka pendek agar pasokan pangan ke daerah-daerah terpencil tidak terhambat, Mendagri mengusulkan untuk mengalihkan moda transportasi laut menggunakan kapal dengan kapasitas yang jauh lebih besar agar mampu menerjang ombak tinggi.
